Rabu, 3 Juni 2026 Lombok kembali menarik perhatian internasional. Kali ini, investor properti dari Dubai mengincar Lombok Tengah sebagai destinasi yang menjanjikan untuk pengembangan pariwisata dan real estat. Rencana ini bisa menjadi tonggak penting lainnya dalam transformasi Lombok menjadi salah satu pusat pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Menurut laporan, investor yang berbasis di Dubai, Samir Ahmed Munshi dari Silver Heavy Real Estate, tertarik untuk mengembangkan properti terkait pariwisata di daerah Selong Belanak, Lombok Tengah. Proyek ini diharapkan mencakup hotel bintang tiga, bintang empat, dan bintang lima, bersama dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas pariwisata pendukung. Selong Belanak telah menjadi salah satu kawasan wisata utama di Lombok.Baca Lebih Lanjut →

Selasa, 2 Juni 2026 Ketika orang berpikir tentang Lombok, mereka biasanya membayangkan pantai berpasir putih, perbukitan, dan air jernih. Namun di balik daya tarik pariwisata, Lombok juga menjadi lahan uji coba untuk sesuatu yang jauh lebih besar: pembangunan berkelanjutan. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Denmark telah bekerja sama untuk membantu mengubah Lombok menjadi pulau yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kemitraan ini berfokus pada energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pembangunan hijau jangka panjang yang pada akhirnya dapat direplikasi di pulau-pulau lain di Indonesia. Kerja sama ini secara resmi dimulai pada tahun 2016 melalui program antar pemerintah yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, dan Badan Pembangunan Nasional.Baca Lebih Lanjut →

Selasa, 2 Juni 2026 Setiap kali konflik meletus di Timur Tengah, investor global langsung menjadi cemas. Harga minyak melonjak, pasar saham menjadi bergejolak, dan berita keuangan tiba-tiba terasa dramatis. Tetapi apa sebenarnya artinya bagi investor biasa? Haruskah orang panik dan menjual semuanya? Mungkin tidak. Sejarah menunjukkan bahwa konflik geopolitik sering menciptakan ketakutan pasar jangka pendek, tetapi tidak selalu bencana jangka panjang. Selama krisis global besar seperti Perang Teluk, serangan 11 September, atau konflik Rusia-Ukraina, pasar awalnya turun sebelum akhirnya pulih. Investor yang panik menjual biasanya menyesalinya kemudian. Salah satu dampak terbesar dari konflik Timur Tengah adalah harga minyak.Baca Lebih Lanjut →

Tuesday, 02 June 2026   Lombok is no longer just Bali’s quieter neighbor. Over the last few years, the island has started attracting serious attention from foreign investors, especially in tourism, hospitality, real estate, and eco-friendly businesses. Beautiful beaches, lower land prices, and improving infrastructure make Lombok look like a golden opportunity. But before foreign companies rush in, there are several important things they need to prepare first.   The first thing every investor must understand is that Indonesia has strict land ownership laws. Foreigners cannot directly own freehold land, also known as use of right. Instead, foreign companies usually operate through legal structures likeBaca Lebih Lanjut →