
Kamis, 14 Mei 2026
Selama ini, ketika orang membicarakan pariwisata tropis di Indonesia, percakapan hampir selalu berakhir dengan Bali. Namun kini, pulau lain perlahan mulai menarik perhatian: Lombok.
Dan yang menarik, Tiongkok bisa menjadi salah satu alasan terbesar mengapa masa depan Lombok terlihat sangat menjanjikan. Pulau Lombok di Indonesia secara aktif mencari lebih banyak investasi Tiongkok untuk membantu mempercepat pengembangan pariwisata, terutama di daerah Mandalika.
Pemerintah Indonesia telah memposisikan Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata unggulannya. Dan jujur saja, skala pembangunan di sana sangat besar.
Zona Ekonomi Khusus Mandalika mencakup sekitar 1.175 hektar dan telah menarik perhatian internasional berkat sirkuit MotoGP. Bahkan, acara MotoGP 2024 dilaporkan menarik lebih dari 120.000 penonton.
Hal itu saja sudah menunjukkan sesuatu yang penting: Lombok bukan lagi sekadar "pulau tersembunyi di sebelah Bali." Pulau ini sedang berkembang menjadi destinasi pariwisata dan investasi yang serius.
Jadi mengapa China tiba-tiba penting dalam cerita ini? Sederhana saja: China adalah salah satu pasar pariwisata dan investasi terbesar di dunia.
Wisatawan Tiongkok dikenal bepergian dalam jumlah besar, menghabiskan liburan lebih lama, dan semakin mencari keindahan alam, budaya, dan pengalaman unik. Indonesia sendiri menargetkan hingga 1,5 juta kedatangan wisatawan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi pertumbuhan pariwisatanya.
Dan Lombok sangat cocok dengan apa yang dicari banyak wisatawan modern. Pantai yang indah. Budaya selancar. Resor mewah. Bukit-bukit hijau. Lebih sedikit keramaian. Suasana yang lebih damai.
Dan infrastruktur adalah kata kunci di sini. Pertumbuhan pariwisata tidak hanya terjadi karena pantai-pantainya indah. Pertumbuhan itu terjadi karena bandara membaik, jalan raya menjadi lebih baik, dan investor percaya bahwa daerah tersebut memiliki potensi jangka panjang.
Lombok saat ini sedang memasuki fase tersebut. Menariknya, banyak wisatawan daring sudah membandingkan Lombok dengan "Bali tempo dulu", sebelum kemacetan, kepadatan penduduk, dan pembangunan berlebihan terjadi. Beberapa wisatawan di Reddit bahkan menggambarkan Lombok sebagai destinasi yang masih terasa damai dan autentik meskipun terjadi pertumbuhan pesat di sekitar Kuta Lombok dan Mandalika.
Selain itu, keterlibatan China dapat membantu mempercepat transformasi Lombok jauh lebih cepat dalam dekade mendatang. Lebih banyak infrastruktur pariwisata, lebih banyak eksposur internasional, dan kemitraan bisnis yang lebih kuat dapat mendorong pulau ini ke tingkat yang sepenuhnya baru.
Dan jika itu terjadi, Lombok mungkin akan berhenti dikenal sebagai "pulau di samping Bali." Sebaliknya, Lombok bisa menjadi destinasi global dengan identitasnya sendiri — dan kisah sukses pariwisatanya sendiri.
