Jakarta dan Jerman Memperkuat Kerja Sama di Bidang Energi dan Keterampilan

 

Rabu, 23 September 2026

 

Jakarta dan Jerman memperkuat kerja sama mereka di bidang yang semakin penting untuk masa depan: energi dan sumber daya manusia. Kedua negara tidak hanya membicarakan investasi di bidang energi terbarukan, tetapi juga melihat bagaimana pekerja dan generasi muda Indonesia dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk ekonomi yang berubah.

 

Jerman memandang Indonesia sebagai mitra penting di Asia Tenggara. Perusahaan-perusahaan Jerman telah aktif di Indonesia selama bertahun-tahun, dengan lebih dari 250 perusahaan Jerman beroperasi di negara ini. Menurut Airlangga, investasi kumulatif mereka mencapai sekitar US$1.441,2 miliar antara tahun 2021 dan 2026.

 

Namun energi hanyalah satu bagian dari kerja sama tersebut.

 

Pengembangan keterampilan juga mendapat perhatian. Jerman memiliki pengalaman dalam pendidikan dan pelatihan kejuruan, sehingga ada peluang untuk menghubungkan siswa dan pekerja Indonesia dengan program pelatihan ala Jerman.

 

Radovan mengatakan Jerman berkomitmen untuk memperluas kerja sama pelatihan kejuruan antara kedua negara. Generasi muda Indonesia dapat memiliki kesempatan untuk belajar bahasa Jerman dan mengikuti program pelatihan, baik di Indonesia maupun di Jerman. Perusahaan-perusahaan Jerman juga dapat menjadi bagian dari program-program ini.

 

Kerja sama semacam ini dapat bermanfaat karena industri energi berubah dengan cepat. Energi terbarukan, sistem kelistrikan modern, efisiensi energi, dan teknologi hijau lainnya membutuhkan pekerja dengan keterampilan praktis dan teknis.

 

Sederhananya, berinvestasi pada sumber daya manusia sama pentingnya dengan berinvestasi pada infrastruktur.

 

Kerja sama ini juga melibatkan beberapa organisasi, termasuk Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Organisasi Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), Bank Pembangunan dan Investasi Jerman (KfW), dan Kamar Dagang Jerman. Keterlibatan mereka dapat membantu menghubungkan program pemerintah dengan bisnis, lembaga pelatihan, dan proyek investasi potensial.

 

Energi terbarukan merupakan bagian penting lain dari diskusi ini. Indonesia berupaya menarik pendanaan internasional untuk transisi energi bersih melalui Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP). Pemerintah Indonesia telah menekankan perlunya mempercepat penggunaan dana yang tersedia dan pengembangan proyek energi bersih.

 

Bagi Jakarta, kerja sama dengan Jerman bukan hanya tentang mendatangkan investasi asing, tetapi juga tentang membangun pengetahuan, keterampilan teknis, dan sumber daya manusia.

 

Bagi mahasiswa dan pekerja Indonesia, hal ini dapat menciptakan peluang baru untuk mendapatkan pengalaman internasional dan mempelajari keterampilan yang berguna di industri yang terkait dengan transisi energi.

 

Dalam jangka panjang, kerja sama antara Indonesia dan Jerman dapat menghubungkan tiga bidang penting: investasi, energi terbarukan, dan tenaga kerja terampil. Kombinasi tersebut dapat membantu kedua negara mengembangkan kemitraan praktis sekaligus mempersiapkan pekerja untuk kebutuhan ekonomi global yang terus berubah.