Selasa, 29 September 2026
Jerman terus mendukung upaya Indonesia untuk beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selama kunjungan ke Indonesia, Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, menegaskan kembali komitmen Jerman untuk mendukung transisi energi negara tersebut.
Radovan mengunjungi Indonesia dari tanggal 18 hingga 20 Agustus 2026, sebagai bagian dari delegasi yang mencakup perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi berkelanjutan. Selama kunjungan tersebut, ia mengatakan bahwa Jerman ingin menciptakan kemitraan baru dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan Jerman, sekaligus mempermudah perusahaan-perusahaan Jerman untuk memasuki pasar Indonesia.
Jerman dan Indonesia Memperkuat Kerja Sama Energi
Transisi energi menjadi bagian penting dari rencana pembangunan Indonesia. Negara ini berupaya memperluas energi yang lebih bersih sekaligus meningkatkan sistem kelistrikannya.
Jerman mendukung upaya-upaya ini melalui kerja sama pembangunan dan perannya dalam Kemitraan Transisi Energi yang Adil, atau JETP. Kemitraan ini diluncurkan pada tahun 2022 untuk memobilisasi pembiayaan bagi transisi energi bersih Indonesia dan mendukung pengembangan energi terjangkau dan bersih.
Bagi Jerman, Indonesia juga dianggap sebagai mitra penting. Radovan mengatakan Indonesia adalah salah satu negara tempat Jerman ingin memperdalam kerja sama, khususnya dengan memperkuat hubungan antara perusahaan Jerman dan mitra Indonesia.
Energi Terbarukan dan Jaringan Listrik Modern
Salah satu bidang kerja sama melibatkan energi terbarukan dan jaringan listrik modern.
Menurut Radovan, Jerman berinvestasi dalam energi terbarukan dan jaringan listrik modern sebagai bagian dari kerja samanya dengan Indonesia. Ia juga mengatakan proyek-proyek ini dapat berkontribusi pada perlindungan iklim, menciptakan lapangan kerja di Indonesia, dan membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Jerman.
Artinya, kerja sama ini bukan hanya tentang tujuan lingkungan. Kerja sama ini juga dapat melibatkan teknologi, investasi, peluang bisnis, dan lapangan kerja.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, juga menyoroti kontribusi teknis Jerman. Ia mengatakan Jerman memiliki solusi teknis yang dapat mendukung transisi energi Indonesia.
Pekan Energi Berkelanjutan di Indonesia
Selama kunjungannya, Radovan membuka Pekan Energi Berkelanjutan Indonesia (ISEW) 2026. Acara tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan, mitra pembangunan, perusahaan swasta, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil untuk membahas kerja sama energi.
Acara seperti ini dapat menyediakan wadah bagi berbagai kelompok untuk mendiskusikan solusi praktis bagi kebutuhan energi Indonesia yang terus berubah.
Jerman juga merupakan bagian dari Kelompok Mitra Internasional yang mendukung JETP Indonesia. Anggota lainnya termasuk Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Jepang, Norwegia, Inggris Raya, dan Uni Eropa.
Bagi Jakarta dan Indonesia secara lebih luas, kerja sama dengan Jerman dapat mencakup lebih dari sekadar hubungan antar pemerintah. Kerja sama ini dapat menghubungkan proyek-proyek energi Indonesia dengan bisnis, teknologi, pembiayaan, dan kerja sama pembangunan Jerman.
Seiring Indonesia terus berupaya mewujudkan sistem energi yang lebih bersih, komitmen Jerman yang diperbarui menunjukkan bahwa kerja sama internasional tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.

