Sabtu, 02 Mei 2026 Jika Anda baru mengenal investasi properti atau tanah di Indonesia, Anda mungkin sering mendengar dua istilah: HGB (Hak Penggunaan Bangunan) dan HGU (Hak Penggunaan Usaha). Sekilas, keduanya mungkin terdengar mirip. Keduanya adalah hak atas tanah yang sah. Keduanya digunakan oleh investor. Namun, ada perbedaan—investor industri jauh lebih menyukai HGB daripada HGU. Mengapa? Mari kita uraikan. Pertama, Apa Itu HGB dan HGU? HGB (Hak Membangun) memberi Anda hak untuk membangun dan memiliki struktur (pabrik, gudang, kantor) di tanah yang secara teknis bukan milik Anda. Dan HGU (Hak Mengolah) memberi Anda hak untukBaca Lebih Lanjut →

Sabtu, 02 Mei 2026 Ketika orang berbicara tentang Pantai Gerupuk di Lombok Selatan, hal pertama yang biasanya muncul adalah selancar. Wajar saja—ombaknya berkelas dunia. Tetapi jika Anda melihat lebih dalam, ada cerita lain yang diam-diam terjadi di latar belakang: Gerupuk adalah salah satu daerah penghasil lobster utama di Lombok. Dan inilah bagian yang menarik, ini bukan hanya tentang perikanan. Ini tentang peluang bisnis, terutama di sektor kuliner (makanan & minuman). Sebuah Desa yang Dibangun di Atas Laut Gerupuk bukan hanya tempat wisata, tetapi juga desa pesisir yang berfungsi. Penduduk setempat sangat bergantung pada laut, dan Anda akan langsung melihat struktur bambu yang mengapung di lepas pantai. Itu bukanBaca Lebih Lanjut →

Sabtu, 02 Mei 2026 Di dunia yang terasa semakin tidak dapat diprediksi—geopolitik, pergeseran ekonomi, kenaikan biaya hidup—investor global mulai mengajukan pertanyaan sederhana, “di mana tempat yang aman, stabil, dan masih penuh peluang?” Yang mengejutkan, salah satu jawaban terkuat saat ini bukanlah Dubai, Singapura, atau bahkan Bali. Melainkan Lombok. Ya, pulau tenang di sebelah Bali ini perlahan-lahan berubah menjadi tempat aman bagi investasi properti global, dan inilah alasannya. 1. Stabilitas di Dunia yang Tidak Stabil Mari kita mulai dengan gambaran besarnya. Banyak investor saat ini mencari tempat yang menawarkan stabilitas politik, harmoni sosial, dan risiko konflik yang rendah. Lombok memenuhi semua kriteria tersebut.Baca Lebih Lanjut →

Jumat, 1 Mei 2026 Lombok seringkali terasa seperti "permata tersembunyi" yang perlahan-lahan mulai menarik perhatian. Pantai-pantai yang indah, pariwisata yang berkembang, dan minat investor yang meningkat—semuanya terdengar seperti peluang yang sempurna. Tetapi inilah kenyataannya: di balik setiap destinasi yang menjanjikan, ada lapisan-lapisan yang perlu Anda pahami sebelum menanamkan uang Anda. Bayangkan seperti berselancar di Lombok. Ombaknya terlihat menakjubkan dari pantai, tetapi jika Anda tidak membaca arus, Anda akan cepat terjatuh. Jadi, apa yang sebenarnya harus dipahami investor terlebih dahulu? 1. Tidak Semua Tanah "Aman" untuk Dibeli Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan investor di Lombok adalah berasumsi bahwa setiap bidang tanah aman untuk dibeli.Baca Lebih Lanjut →