Rabu, 22 Juli 2026 Indonesia sekali lagi menjangkau investor Australia dengan pesan yang jelas: ada banyak peluang untuk tumbuh bersama. Kali ini, pemerintah menyoroti dua sektor yang diharapkan memainkan peran utama dalam masa depan negara, yaitu ketahanan pangan dan infrastruktur. Dalam forum bisnis yang dihadiri oleh perusahaan dan investor Australia, Wakil Menteri Investasi dan Industri Hilir Indonesia menekankan bahwa negara ini terbuka untuk kerja sama yang lebih kuat. Alih-alih hanya menarik modal asing, Indonesia ingin membangun kemitraan jangka panjang yang menguntungkan kedua negara. Ketahanan pangan telah menjadi salah satu prioritas terbesar Indonesia.Baca Lebih Lanjut →

  Rabu, 22 Juli 2026 Indonesia memperkuat kemitraannya dengan Australia dengan mengundang lebih banyak investasi ke salah satu industri terpentingnya: pengolahan mineral. Alih-alih hanya mengekspor bahan mentah, Indonesia ingin menciptakan nilai tambah dengan mengolah mineral di dalam negeri sebelum mencapai pasar global. Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mendorong Australia untuk berpartisipasi dalam industri hilir mineral penting di negara tersebut. Undangan tersebut mencakup fasilitas pengolahan untuk sumber daya strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Proposal ini mencerminkan strategi ekonomi jangka panjang Indonesia. Negara ini memiliki beberapa cadangan terbesar di dunia.Baca Lebih Lanjut →