Memulai Bisnis di Indonesia Dimulai dari Lombok, Mengapa?

Salah satu pantai di Lombok, Pantai Pink (Foto: Instagram@pinkbeach, 01/05/2026)

Jumat, 1 Mei 2026

Jika Anda berpikir untuk memulai bisnis di Indonesia, Anda mungkin langsung memikirkan Bali atau Jakarta. Tetapi ada kejutan: Lombok diam-diam menjadi salah satu tempat paling menarik untuk membangun sesuatu dari nol. Ini seperti pemain sepak bola yang diremehkan yang tiba-tiba melejit menjadi bintang, tak terduga, tetapi memang pantas mendapatkannya.

Jadi, mengapa Lombok?

Pertama, mari kita bicara tentang momentum. Lombok, bagian dari Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengalami lonjakan investasi yang serius. Pada tahun 2024 saja, realisasi investasi di NTB mencapai sekitar Rp54,5 triliun—lebih dari dua kali lipat target pemerintah. Itu bukan hanya pertumbuhan, tetapi juga percepatan. Pada tahun 2025, angka tersebut masih terus meningkat, mencapai hampir Rp49 triliun hanya dalam waktu sembilan bulan.

Ini memberi tahu kita satu hal sederhana: investor memperhatikan.

Nah, mengapa mereka datang?

Salah satu alasan utamanya adalah pariwisata. Lombok menawarkan pantai-pantai yang masih alami, tempat berselancar kelas dunia, dan ikon alam seperti Gunung Rinjani. Dalam beberapa tahun terakhir, Lombok telah menarik wisatawan dari Australia, Eropa, dan seluruh Asia. (Dan di mana wisatawan pergi, bisnis akan mengikuti, hotel, kafe, layanan wisata, dan bahkan tempat peristirahatan kesehatan.)

Namun Lombok bukan hanya tentang pariwisata lagi. Wilayah ini semakin terdiversifikasi. Investasi mengalir ke sektor-sektor seperti energi, pertambangan, pertanian, dan bahkan akuakultur—seperti proyek budidaya udang senilai lebih dari Rp1 triliun di Lombok Timur. Ini berarti peluang tidak terbatas pada satu industri saja. Baik Anda ingin membuka kafe di tepi pantai atau meluncurkan bisnis pertanian berkelanjutan, Lombok memberi Anda banyak pilihan.

Faktor kunci lainnya? Keunggulan biaya.

Dibandingkan dengan Bali, Lombok masih relatif terjangkau. Harga tanah, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional umumnya lebih rendah. Itu merupakan keuntungan besar, terutama bagi perusahaan rintisan atau bisnis kecil yang mencoba bertahan di tahap awal. Anggap saja seperti memasuki pasar sebelum terlalu ramai—seperti membeli saham sebelum menjadi viral.

Kemudian ada faktor pemerintah. Indonesia telah aktif meningkatkan lingkungan bisnisnya melalui sistem seperti OSS (Online Single Submission), yang memudahkan pendaftaran perusahaan dan mendapatkan izin. Di tingkat daerah, pemerintah NTB juga mendorong investasi secara agresif, itulah sebabnya angka-angka tersebut terus melebihi target.

Dan jangan lupakan strategi lokasi. Lombok terletak tepat di sebelah Bali, salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia. Ini menciptakan efek limpahan. Ketika Bali terlalu ramai atau mahal, orang-orang secara alami mencari alternatif. Lombok menjadi pilihan logis berikutnya.

Namun, inilah daya tarik sebenarnya: Lombok masih dalam "fase pertumbuhan." Itu berarti Anda tidak hanya bergabung dengan pasar, tetapi juga membantu membentuknya.

Tentu saja, seperti pasar berkembang lainnya, ada tantangan. Infrastruktur masih dalam tahap pengembangan, dan proses bisnis mungkin membutuhkan kesabaran. Tetapi bagi banyak pengusaha, itu adalah bagian dari permainan. Risiko tinggi, ya, tetapi juga potensi imbalan yang tinggi.

Jadi, memulai bisnis di Indonesia dari Lombok bukanlah sekadar pilihan acak. Ini adalah langkah strategis. Anda memasuki pasar yang berkembang pesat, masih terjangkau, didukung oleh inisiatif pemerintah, dan didukung oleh tren pariwisata dan investasi yang kuat.