
Kamis, 30 April 2026
Membeli tanah di Lombok itu seperti jatuh cinta. Awalnya tampak indah, tetapi jika tidak hati-hati, bisa berujung rumit di kemudian hari. Hal ini terutama berlaku sekarang karena Lombok menjadi tujuan investasi properti yang populer. Banyak orang tergoda oleh harga yang masih "wajar" dibandingkan dengan Bali, tetapi di situlah kehati-hatian ekstra sangat penting.
Jadi, sebelum Anda terburu-buru melakukan kesepakatan, ada 7 hal penting yang harus Anda periksa.
1. Pastikan Status Kepemilikan Tanah Jelas
Ini adalah langkah paling mendasar namun sering diabaikan. Anda harus mengetahui siapa pemilik asli tanah tersebut.
Periksa sertifikat tanah (SHM atau sertifikat lainnya), pastikan nama pada dokumen sesuai dengan nama penjual, dan tidak ada perselisihan. Jika perlu, libatkan notaris atau perwakilan hukum untuk berjaga-jaga. Dalam beberapa kasus, tanah memiliki lebih dari satu klaim kepemilikan.
2. Periksa Pajak Tanah
Meskipun terdengar sepele, pajak yang belum dibayar dapat menjadi masalah besar.
Jika pemilik sebelumnya memiliki tunggakan pajak, Anda mungkin akan kesulitan mendapatkan izin bangunan atau persyaratan administratif lainnya. Jadi, sebelum melakukan transaksi, pastikan semua pajak telah dibayar.
3. Perhatikan Peraturan Zonasi
Tidak semua lahan dapat digunakan untuk membangun vila, hotel, atau bisnis.
Sebagian lahan termasuk dalam zona hijau, zona pertanian, atau area yang dilarang untuk pembangunan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan lahan tersebut memiliki zonasi yang sesuai dengan tujuan Anda, baik Anda ingin membangun vila, resor, atau sekadar untuk investasi jangka panjang.
4. Mendapatkan Izin Bangunan (IMB / PBG)
Memiliki tanah bukan berarti Anda bebas membangun apa pun yang Anda inginkan. Anda tetap membutuhkan izin resmi, seperti IMB, yang sekarang dikenal sebagai PBG. Tanpa izin ini, bangunan Anda dapat dianggap ilegal dan bahkan berisiko dihancurkan.
5. Akses Jalan dan Infrastruktur
Tanah subur tanpa akses jalan tidak berguna.
Pastikan akses ke lokasi tersebut legal (bukan hanya "jalan setapak yang konon diizinkan"), dan periksa juga ketersediaan utilitas seperti listrik, air, dan internet. Hal-hal ini secara signifikan memengaruhi nilai investasi dan kemudahan pengembangan di masa mendatang.
6. Batas Tanah dan Ukuran Sebenarnya
Terkadang luas areanya terlihat tertentu di atas kertas, tetapi dalam praktiknya, ceritanya berbeda.
Selalu periksa batas tanah secara langsung, ukur ulang jika perlu, dan pastikan tidak ada tumpang tindih dengan tanah tetangga. Hal ini penting untuk menghindari konflik di masa mendatang.
7. Memahami Sistem Hukum bagi Investor (Khususnya Warga Negara Asing)
Jika Anda adalah investor asing, ini sangat penting.
Di Indonesia, warga negara asing tidak dapat memiliki tanah dengan status hak milik penuh. Mereka biasanya menggunakan skema seperti Hak Gunakan atau Hak Bangun atau melalui perusahaan.
Investasi lahan di Lombok memiliki potensi yang sangat besar. Harga masih relatif terjangkau, pariwisata terus meningkat, dan banyak area yang belum sepenuhnya dikembangkan.
Namun ingat, investasi yang baik bukan hanya tentang lokasi—tetapi juga melibatkan keamanan dan legalitas. Jadi, sebelum Anda tergoda oleh pemandangan pantai atau harga yang murah, pastikan Anda telah memeriksa ketujuh hal di atas.
